Perawatan kulit di klinik kecantikan adalah salah satu langkah terbaik untuk mendapatkan kulit yang lebih sehat dan terawat. Namun, ada satu pertanyaan yang sering muncul dan perlu kamu ketahui jawabannya: setelah treatment, apakah boleh make up?
Artikel ini akan membahas secara menyeluruh efek treatment pada kulit, pantangan yang harus kamu hindari, dan tentu saja jawaban pasti tentang boleh atau tidaknya menggunakan makeup.
Setelah menjalani perawatan di klinik kecantikan, sebaiknya kamu menghindari penggunaan makeup. Kulit membutuhkan waktu untuk pulih dan menyerap manfaat perawatan secara maksimal. Produk perawatan kecantikan bisa menghambat proses ini jika digunakan terlalu cepat.
Idealnya, berikan jeda minimal 24 hingga 48 jam sebelum mulai menggunakan makeup kembali. Pada beberapa jenis treatment tertentu seperti laser intensitas tinggi atau peeling dalam, dokter biasanya menyarankan untuk menunggu lebih lama, bahkan hingga 72 jam, tergantung kondisi kulit kamu.
Waktu ini sangat penting karena setelah treatment, lapisan pelindung kulit melemah sementara. Jika kamu terlalu cepat mengaplikasikan foundation, concealer, atau bedak, bahan-bahan dalam makeup bisa masuk ke pori-pori dan menimbulkan iritasi. Jadi, lebih baik bersabar sebentar demi hasil kulit yang lebih maksimal.
Baca Juga: 6 Ciri-Ciri Kulit Iritasi dan Cara Mengatasinya dengan Aman
Setiap treatment kecantikan pasti memberikan efek samping sementara yang wajar terjadi. Kamu perlu memahami kondisi ini agar tahu kapan waktu yang aman untuk kembali menggunakan makeup. Berikut beberapa efeknya yang mungkin kamu alami:
Setelah treatment, lapisan epidermis biasanya dalam kondisi yang lebih tipis dari biasanya. Hal ini membuat kulit lebih rentan terhadap produk berbahan aktif atau makeup yang mengandung alkohol dan parfum.
Kondisi ini bisa memicu reaksi alergi seperti kemerahan, gatal, atau bahkan ruam. Oleh karena itu, penggunaan makeup sebaiknya ditunda hingga sensitivitas kulit mereda.
Kemerahan adalah reaksi umum yang terjadi setelah treatment seperti laser atau microneedling. Ini menandakan bahwa kulit sedang mengalami peradangan ringan sebagai bagian dari proses pemulihan.
Beberapa treatment seperti chemical peeling akan menyebabkan pengelupasan sel-sel kulit mati dalam beberapa hari setelah prosedur. Proses ini merupakan bagian dari eksfoliasi alami kulit mati untuk membuka jalan bagi kulit baru.
Kulit yang baru di treatment kadang menunjukkan gejala seperti perih atau sensasi terbakar ringan, terutama jika kamu melakukan prosedur dengan intensitas tinggi seperti laser.
Rasa tidak nyaman ini bisa semakin parah jika kamu mengaplikasikan makeup yang mengandung bahan aktif atau pewangi. Produk kosmetik juga bisa memperlama proses pemulihan.
Beberapa treatment seperti microneedling atau laser membuka jalur mikro di kulit, yang berarti ada celah masuk bagi kuman dan bakteri. Kalau kamu langsung menggunakan makeup, potensi infeksi bisa meningkat.
Setelah perawatan seperti laser resurfacing atau chemical peel, kulit sering kehilangan kelembapan alaminya. Akibatnya, wajah bisa terasa sangat kering, kencang, atau tertarik.
Ini merupakan respons normal saat kulit mulai memperbaiki diri dan membentuk lapisan baru. Penting untuk menghidrasi kulit secara rutin dengan pelembap yang lembut dan bebas pewangi.
Beberapa orang bisa mengalami perubahan warna kulit setelah treatment, terutama jika kulit terpapar sinar matahari tanpa perlindungan. Hiperpigmentasi (kulit lebih gelap) atau hipopigmentasi (kulit lebih terang) bisa muncul sementara selama proses penyembuhan.
Untuk meminimalkan risiko ini, selalu gunakan sunscreen dan hindari paparan matahari langsung setelah perawatan.
Baca Juga: Kulit Mengelupas Setelah Peeling? Ini Penjelasannya
Yuk, ikuti beberapa tips aman berikut ini sebelum kamu kembali berdandan!
Disarankan memberi jeda minimal 24–48 jam setelah facial sebelum menggunakan makeup, agar hasil perawatan lebih optimal.
Gunakan makeup ringan yang tidak menyumbat pori-pori untuk mencegah munculnya komedo.
Hindari produk makeup berat, agar kulit tetap bisa “bernapas” saat Anda beraktivitas.
Jika ada kemerahan atau iritasi, sebaiknya tidak memakai makeup terlebih dahulu hingga kondisi kulit membaik.
Pastikan kuas dan spons dalam keadaan bersih untuk menghindari infeksi, karena kebersihan alat sangat terkait dengan kesehatan kulit.
Agar hasil treatment kamu tidak sia-sia, ada beberapa hal penting yang perlu dihindari setelah perawatan kulit. Langkah ini penting untuk membantu proses regenerasi kulit dan mengurangi risiko efek samping.
Kulit yang baru di treatment lebih sensitif terhadap sinar UV. Terpapar langsung sinar matahari bisa menyebabkan hiperpigmentasi atau memperparah kemerahan pada wajah. Gunakan sunscreen dengan SPF tinggi minimal 30, dan lebih baik lagi jika kamu bisa menghindari aktivitas luar ruangan selama beberapa hari pertama.
Menggunakan produk eksfoliasi seperti scrub atau toner berbahan AHA bisa membuat kulit semakin tipis dan iritasi. Padahal, kulit sedang dalam masa regenerasi.
Tunggu minimal seminggu sebelum kembali menggunakan produk eksfoliasi agar kulit tidak terluka. Fokuslah pada pemulihan dengan skincare lembut dan menenangkan.
Tangan adalah sumber bakteri yang sangat mudah menyebabkan infeksi. Hindari menyentuh wajah secara sembarangan, apalagi memencet jerawat atau bagian yang sedang meradang.
Biarkan kulit menjalani proses penyembuhan secara alami tanpa gangguan dari luar. Hal ini akan mengurangi risiko bekas luka atau iritasi baru.
Bahan aktif seperti retinoid, AHA, dan BHA memang efektif untuk perawatan kulit. Tapi setelah treatment, bahan-bahan ini bisa menjadi terlalu keras dan memicu iritasi.
Berikan waktu bagi kulit untuk pulih sebelum kembali menggunakan skincare aktif. Biasanya, tunggu sekitar 5–7 hari atau konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
Berkeringat berlebihan dapat memicu iritasi pada kulit yang baru di treatment. Selain itu, keringat bisa membawa bakteri ke area kulit yang sensitif. Sebaiknya hindari olahraga berat, sauna, atau mandi air panas selama beberapa hari. Pilih aktivitas ringan yang tidak membuat kamu terlalu berkeringat.
Jadi, setelah treatment, boleh make up, tapi tidak langsung ya, Sahabat NMW. Kulit kamu butuh waktu untuk pulih, terutama dalam 24 hingga 48 jam pertama setelah treatment. Memberi waktu istirahat pada kulit akan menjaga hasil perawatan dan mencegah efek samping yang tidak diinginkan.
Hindari juga pantangan umum setelah treatment agar proses regenerasi berjalan dengan maksimal. Kalau kamu masih ragu, jangan sungkan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter di NMW Aesthetic Clinic.
Baca Juga: 7 Manfaat Laser Wajah untuk Kulit Sehat dan Bebas Flek
Kalau kamu mencari perawatan kulit yang efektif dan minim downtime, Rev Laser dari NMW Aesthetic Clinic adalah pilihan yang sangat tepat.
Menggunakan teknologi laser Ndyag dengan panjang gelombang 532nm, 1064nm, 665nm, dan 595nm, treatment ini terbukti secara medis dapat mengatasi berbagai masalah kulit seperti pigmentasi, jerawat, bekas luka, hingga kerutan halus.
Treatment ini ditangani langsung oleh dokter profesional di NMW Aesthetic Clinic yang sudah terlatih secara khusus di bidang dermatologi, spesialis kulit dan kelamin, hingga bedah plastik. Dengan prosedur yang aman dan hasil yang nyata, kamu tidak perlu khawatir soal efek samping berlebihan.
Penulis : Admin
Editor : Admin
Sumber : https://www.malkaspa.com/blog/can-you-wear-makeup-after-biorepeel
Mencerahkan kulit, menjaga kekencangan kulit serta membantu menjaga kelembapan kulit. Kulit menjadi lebih cerah berseri.
Dengan berbagai formula bermanfaat melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar ultraviolet matahari yang dapat menyebabkan kemerahan dan bintik hitam. tes
NMW Aesthetic Clinic untuk Cosmetic Dermatology adalah pusat perawatan kulit terkemuka yang mengkhususkan diri dalam layanan dermatologi kosmetik. Kami berfokus untuk membantu memperbaiki dan meningkatkan penampilan kulit Anda dengan pendekatan yang aman, efektif, dan berbasis bukti ilmiah. Di klinik kami, berbagai perawatan kulit terkini dan teknologi mutakhir digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kulit, seperti penuaan dini, jerawat, bekas luka, hiperpigmentasi, serta masalah kulit lainnya.
Tim ahli dermatologi kami yang berpengalaman dan terlatih bekerja dengan penuh perhatian untuk merancang perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kulit masing-masing individu. Kami memastikan bahwa setiap perawatan dilakukan dengan menggunakan produk berkualitas tinggi dan prosedur yang minim risiko, untuk memberikan hasil yang optimal dan memuaskan bagi setiap pasien.