Sahabat NMW, memiliki kulit wajah yang cerah dan sehat tentu menjadi dambaan banyak orang. Salah satu langkah penting yang bisa kamu lakukan untuk mencapainya yaitu dengan eksfoliasi wajah. Proses ini membantu mengangkat sel-sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit, membuat wajah tampak lebih segar dan bersih.
Namun, cara eksfoliasi wajah yang salah justru bisa menimbulkan iritasi hingga memperparah masalah kulit. Maka dari itu, yuk kenali cara yang benar agar hasilnya bisa maksimal!
Melakukan eksfoliasi tidak boleh sembarangan. Diperlukan pemahaman dasar dan teknik yang tepat agar kamu tidak merusak lapisan pelindung kulit. Berikut ini tahapan eksfoliasi wajah yang benar agar kamu bisa mendapatkan hasil terbaik:
Sebelum memilih produk eksfoliasi, penting sekali untuk mengetahui jenis kulitmu. Kulit kering, sensitif, berminyak, atau kombinasi memerlukan pendekatan yang berbeda.
Misalnya, kulit sensitif sebaiknya menghindari scrub kasar dan lebih cocok menggunakan eksfoliator kimia ringan seperti AHA. Sedangkan kulit berminyak bisa mendapatkan manfaat lebih dari BHA seperti salicylic acid yang mampu menembus pori-pori.
Sahabat NMW, ada berbagai jenis eksfoliasi yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan kulit, mulai dari eksfoliasi fisik hingga kimia.
Eksfoliasi fisik biasanya menggunakan scrub dengan butiran halus seperti gula pasir, sementara eksfoliasi kimia bekerja dengan bahan kimia seperti AHA dan BHA yang melarutkan sel kulit mati tanpa gesekan.
Untuk kamu yang memiliki kulit sensitif atau baru pertama kali mencoba, eksfoliasi kimia dengan kandungan lactic acid atau mandelic acid bisa menjadi pilihan yang lebih lembut.
Namun, jika kamu ingin mencoba bahan alami di rumah, campuran madu dan gula pasir bisa menjadi alternatif eksfoliator fisik yang mudah dibuat dan cukup aman. Apa pun pilihannya, selalu pastikan untuk membaca label dan memahami kandungan produk sebelum digunakan.
Baca Juga: Kapan Sebaiknya Eksfoliasi Dilakukan? Ini Panduan Lengkapnya
Wajah yang bersih menjadi langkah awal yang penting dipastikan sebelum kamu mulai eksfoliasi. Gunakan pembersih wajah yang sesuai dengan kondisi kulitmu untuk mengangkat kotoran, minyak, dan sisa makeup.
Jika kamu langsung mengeksfoliasi kulit yang belum dibersihkan, kotoran bisa masuk ke dalam pori-pori dan menimbulkan masalah baru seperti jerawat atau iritasi.
Saat melakukan eksfoliasi, usahakan untuk menghindari tekanan berlebih. Jika kamu menggunakan scrub, aplikasikan dengan gerakan memutar secara perlahan selama kurang lebih satu menit.
Untuk eksfoliator kimia, ikuti petunjuk pemakaian dan jangan biarkan terlalu lama menempel di kulit. Eksfoliasi bukan soal seberapa keras kamu menggosok, tapi seberapa efektif bahan aktif bekerja di kulitmu.
Setelah proses eksfoliasi selesai, bilas wajah dengan air bersih yang dingin atau hangat, bukan air panas. Air panas bisa membuat kulit menjadi lebih kering dan memperparah iritasi.
Bilasan dengan air dingin juga dapat membantu mengecilkan tampilan pori-pori dan memberikan efek segar setelah eksfoliasi.
Kulitmu mungkin akan terasa lebih sensitif setelah eksfoliasi. Oleh karena itu, kamu perlu mengaplikasikan toner yang menenangkan, serum dengan kandungan ringan, dan pelembap.
Hindari penggunaan produk yang mengandung alkohol tinggi atau wewangian sintetis karena bisa memicu reaksi negatif pada kulit yang baru saja dieksfoliasi.
Eksfoliasi memang penting, tapi terlalu sering melakukannya bisa merusak lapisan pelindung kulit. Idealnya, eksfoliasi dilakukan 1 hingga 2 kali seminggu tergantung pada jenis dan kebutuhan kulit.
Jadikan ini sebagai bagian dari rutinitas perawatan kulit mingguan, bukan kegiatan harian, agar kulit tetap sehat dan tidak stres.
Sudah melakukan eksfoliasi dengan benar? Nah, sekarang saatnya kamu memahami apa saja manfaat yang bisa dirasakan kulitmu dari kebiasaan ini. Bukan hanya membuat wajah terasa lebih halus, eksfoliasi juga memiliki dampak positif jangka panjang.
Eksfoliasi berfungsi utama untuk mengangkat sel kulit mati yang menumpuk dan membuat kulit tampak kusam. Dengan menghilangkan lapisan kulit mati tersebut, permukaan wajah akan tampak lebih cerah dan halus. Ini juga membuka jalan bagi sel kulit baru untuk tumbuh lebih sehat.
Proses eksfoliasi merangsang regenerasi sel baru sehingga kulit menjadi lebih muda dan kenyal. Hal ini sangat penting, terutama bagi kamu yang ingin mencegah penuaan dini atau menjaga kulit tetap segar meskipun usia bertambah.
Kulit yang bebas dari sel kulit mati lebih siap menyerap nutrisi dari produk perawatan seperti serum, toner, dan pelembap. Artinya, skincare yang kamu gunakan akan bekerja lebih efektif karena tidak terhalang oleh lapisan kulit mati yang menumpuk.
Pori-pori yang tersumbat oleh minyak, kotoran, dan sel kulit mati sering kali menjadi penyebab utama jerawat. Dengan eksfoliasi, pori-pori akan tetap bersih dan kecil kemungkinannya menjadi sarang bakteri penyebab jerawat.
Jika kamu memiliki bekas jerawat atau hiperpigmentasi, eksfoliasi secara rutin dapat membantu mempercepat proses pemudaran. Selain itu, tekstur kulit yang tidak merata juga akan terasa lebih halus dan lembut setelah beberapa kali perawatan.
Eksfoliasi juga membantu mengontrol produksi sebum (minyak alami kulit), terutama pada tipe kulit berminyak. Dengan pori-pori yang bersih dan bebas sumbatan, produksi minyak bisa menjadi lebih seimbang dan tidak berlebihan.
Gerakan saat eksfoliasi, terutama pada jenis fisik, dapat membantu merangsang sirkulasi darah di wajah. Aliran darah yang lancar membawa lebih banyak oksigen dan nutrisi ke permukaan kulit, sehingga kulit tampak lebih segar, sehat, dan bercahaya.
Baca Juga: 10 Cara Merawat Kulit di Usia 30-an agar Tetap Sehat & Glowing
Meskipun bermanfaat, eksfoliasi juga memiliki potensi efek samping jika dilakukan secara tidak tepat. Yuk, pahami risiko ini agar kamu bisa menghindarinya di bawah ini:
Penggunaan eksfoliator yang terlalu kasar atau terlalu sering bisa menyebabkan iritasi. Tanda-tandanya termasuk kemerahan, rasa perih, dan bahkan luka kecil pada permukaan kulit. Hal ini sering terjadi jika kamu menggunakan scrub dengan butiran besar atau eksfoliator kimia terlalu kuat.
Eksfoliasi berlebihan dapat menghilangkan kelembapan alami kulit. Akibatnya, kulit menjadi kering, terasa tertarik, dan bahkan bisa mengelupas. Jika sudah terjadi, kamu perlu fokus pada hidrasi intensif untuk memulihkan kondisi kulit.
Baca Juga: 7 Penyebab Kulit Kemerahan di Wajah dan Cara Mengatasinya
Bukannya membaik, beberapa orang justru mengalami breakout setelah eksfoliasi. Ini bisa disebabkan oleh reaksi kulit terhadap produk tertentu atau cara pemakaian yang salah. Maka dari itu, lakukan uji coba produk terlebih dahulu sebelum menggunakannya secara rutin.
Setelah eksfoliasi, kulit akan menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar UV. Jika kamu tidak memakai sunscreen, risiko munculnya flek hitam hingga kerusakan kulit akan meningkat. Jadi, jangan pernah lewatkan pemakaian sunscreen.
Lapisan pelindung kulit atau skin barrier berfungsi menjaga keseimbangan air dan melindungi dari bakteri. Eksfoliasi berlebihan dapat merusak fungsi ini, membuat kulit rentan terhadap infeksi dan peradangan. Jika kulit terasa sangat kering atau mudah teriritasi, bisa jadi skin barrier kamu sedang terganggu.
Berdasarkan pembahasan mengenai cara eksfoliasi wajah di atas, dapat disimpulkan bahwa eksfoliasi merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan kulit, namun harus dilakukan dengan cara yang benar dan sesuai jenis kulit masing-masing.
Jika kamu masih ragu untuk melakukannya sendiri, kamu bisa mempertimbangkan treatment profesional yang dirancang khusus untuk kebutuhan eksfoliasi kulit wajahmu.
Sahabat NMW, kalau kamu ingin merasakan manfaat eksfoliasi tanpa risiko iritasi, Advance Derma Facial di NMW Aesthetic Clinic bisa menjadi solusi ideal.
Perawatan ini tidak hanya membantu mengangkat sel kulit mati secara menyeluruh, tetapi juga dilengkapi dengan proses ekstraksi komedo yang membuat wajah terlihat lebih bersih.
Selain itu, pengaplikasian masker premium dan serum yang diaplikasikan menggunakan teknologi elektroforesis membuat nutrisi masuk lebih dalam dan bekerja secara maksimal sesuai dengan kebutuhan kulitmu.
Lebih menarik lagi, Advance Derma Facial sangat baik jika dikombinasikan dengan PDT seperti Biolite atau Celluma, untuk hasil kulit yang lebih glowing dan sehat.
Semua proses ini dilakukan oleh dokter-dokter pilihan NMW Aesthetic Clinic yang berpengalaman di bidang dermatologi dan estetika, sehingga kamu bisa merasa aman dan nyaman selama perawatan.
Yuk, konsultasikan kebutuhan kulitmu sekarang juga dan hubungi NMW Aesthetic Clinic melalui WhatsAppuntuk jadwalkan perawatan wajah yang kamu butuhkan!
Penulis : Admin
Editor : Admin
Sumber : https://www.healthline.com/health/how-to-exfoliate
Mencerahkan kulit, menjaga kekencangan kulit serta membantu menjaga kelembapan kulit. Kulit menjadi lebih cerah berseri.
NMW Aesthetic Clinic untuk Cosmetic Dermatology adalah pusat perawatan kulit terkemuka yang mengkhususkan diri dalam layanan dermatologi kosmetik. Kami berfokus untuk membantu memperbaiki dan meningkatkan penampilan kulit Anda dengan pendekatan yang aman, efektif, dan berbasis bukti ilmiah. Di klinik kami, berbagai perawatan kulit terkini dan teknologi mutakhir digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kulit, seperti penuaan dini, jerawat, bekas luka, hiperpigmentasi, serta masalah kulit lainnya.
Tim ahli dermatologi kami yang berpengalaman dan terlatih bekerja dengan penuh perhatian untuk merancang perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kulit masing-masing individu. Kami memastikan bahwa setiap perawatan dilakukan dengan menggunakan produk berkualitas tinggi dan prosedur yang minim risiko, untuk memberikan hasil yang optimal dan memuaskan bagi setiap pasien.